PENGANTAR PSIKOLOGI PERKEMBANGAN

Pengertian Perkembangan

Perkembangan menurut Salkind (2009) adalah hasil dari interaksi kompleks antara pengaruh biologis dan lingkungan. Pengertian senada diberikan oleh Hurlock (1997) bahwa perkembangan berarti serangkaian perubahan progresif yang terjadi sebagai akibat dari proses kematangan dan pengalaman. Perubahan perkembangan terjadi dalam dua jenis: kuantitatif dan kualitatif. Kuantitatif adalah perubahan dalam hal angka atau jumlah, seperti tinggi, berat, dan jumlah kosakata. Sedangkan perubahan kualitatif adalah perubahan dalam jenis struktur dan organisasi, seperti perubahan dalam cara berkomunikasi nonverbal menuju verbal. Dengan pengertian lain proses integrasi dari banyak struktur dan fungsi yang komleks. Perubahan tersebut ditandai oleh kemunculan fenomena baru yang tidak mudah untuk diantisipasi dari keadaan fungsional yang lebih dahulu, seperti dari embrio ke bayi, atau dari anak-anak yang tidak dapat berbicara kepada sosok yang mengerti kata-kata dan dapat berkomunikasi secara verbal.
Pada dasarnya menurut Hurlock (1997) ada dua proses perkembangan yang saling bertentangan terjadi secara serempak selama kehidupan, yaitu pertumbuhan dan kemunduran atau involusi. Meskipun di dalam kehidupan selanjutnya nampak ada kemunduran (bertambah usia), namun perkembangan tetap terjadi dan tidak pernah berhenti; rambut tumbuh terus dan sel-sel terus menerus berganti. Beberapa bagian tubuh dan alam pikiran pada usia lanjut lebih banyak berubah daripada yang lain.

Manusia tidak pernah statis. Semenjak pembuahan hingga ajal selalu terjadi perubahan, baik dalam kehidupan fisik ataupun psikologis. Oleh karena itu dari sisi yang lain pengertian perkembangan menurut Santrock (2002) adalah pola gerakan atau perubahan yang dimulai dari pembuahan dan terus berlanjut sepanjang kehidupan. Sebagian besar pakar perkembangan menyadari bahwa perkembangan berlangsung seumur hidup. Konsep perkembangan seumur hidup dikatakan sebagai life-span development. Life-span development (perkembangan selama rentang kehidupan) adalah konsep yang memandang perkembangan sebagai proses seumur hidup, yang dapat dipelajari secara alamiah (Papalia dkk, 2008).

Teori Perkembangan

Menurut Salkind (2009) teori adalah tulang punggung ilmu pengetauan; tanpa teori kemajuan ilmu pengetahuan menjadi tidak mungkin. Santrock (2002) memperelas bahwa teori adalah seperangkat gagasan yang saling menolong menerangkan data dan membuat ramalan. 

Bagaimanakah teori perkembangan terbentuk? Penelitian yang sederhana mengenai anak tidak berarti sudah membuat teori perkembangan. Contohnya, penelitan mempelajari usia 6 tahun, tidak perlu mengarah ke kesimpulan mengenai perkembangan. Suatu hal yang kritis dalam teori perkembangan terfokus pada perubahan sepanjang waktu. Dan concern dari teori perkembangan terfokus pada tiga tugas:

1.Untuk menggambarkan perubahan dalam satu atau beberapa wilayah perilaku

2.Untuk menggambarkan perubahan dalam hubungannya dengan diantara beberapa perilaku, dan 

3.Untuk menjelaskan rangkaian perkembangan yang sudah digambarkan  Penjelasan lebih dekat lagi pada masing-masing tugas:

a. Suatu teori perkembangan menggambarkan perubahan sepanjang waktu di dalam satu atau beberapa area perilaku atau aktivitas psikologis, seperti berfikir, bahasa, perilaku social, atau persepsi. 

Contohnya, teori mungkin menggambarkan perubahan di dalam aturan grammar pokok yang mendasari beberapa tahun pertama kehidupan. Meskipun beberapa teori perkembangan penekanannya pada perubahan sepanjang bulan atau tahun, akhirnya teori cukup mampu menjelaskan perubahan sepanjang detik, menit, dan hari. Contoh, konsep mengenai objek, pikiran mengenai objek itu ada meskipun ketika kita tidak melihat mereka, dapat berkembang sepanjang bulan, seluruh gambaran masuk ke dalam “beberapa perkembangan kecil” yang terjadi selama momen-moment anak dalam menemukan objek.

 Beberapa orang meyakini bahwa deskripsi di dasarkan pada suatu hal yang murni, objektif, observasi dan didahului oleh adanya teori. Bagaiamanpun, meski secara langsung, observasi dibimbing dengan perluasan pemikiran teoritical yang mengubah arus perilaku dalam beberapa cara.

Pengamat merekam perilaku tertentu dan mengabaikan yang lain. Dia membagi perilaku ke dalam beberapa unit. Dia mengkode prilaku ke dalam kata-kata yang ditambahkan dengan konotasi. Dia membiarkan intervensi orang yang bersebrangan ke dalam observasinya. 

1.Tugas kedua untuk sebuah teori perkembangan adalah menggambarkan perubahan sepanjang waktu dalam hubungannya diantara perilaku-perilaku atau beberapa aspek  dari akivitas psikologi di dalam salah satu area perkembangan, secara ideal, diantara beberapa area perkembangan. 

Suatu teori perkembangan mencoba untuk bertransaksi dengan perubahan simultan di dalam berfikir, kepribadian, dan persepsi dari apa yang diobservasi. Dalam kasus objeknya konsep digambarkan di atas, teori akan menggambarkan bagaimana konsep berkaitan dengan perkembangan system memori anak dan hubungan sosialnya dengan satu objek tertentu, seperti ibunya. Teori akan memberikan garis besar hubungan sementara diantara beberapa area perkembangan ini. Contohnya, teori akan menuntun bahwa tingkatan tertentu dari kapasitas memori harus dikembangkan sebelum objek konsep muncul, bahwa ibu adalah objek permanen, dan rangkaian perkembangan di dalam objek konsep adalah berkorelasi dengan perubahan-perubahan di dalam system memori dan kelekatan anak ke ibunya. Contoh lain, perhatian seorang psikolog Rusia, Lev Vygotsky, adalah berfikir dan bahasa secara relative independen sampai mereka menggabungkan untuk menghasilkan berfikir simbolik. Kedua contoh menggambarkan organisasi di dalam berbagai point berkaitan dengan anak dalam suatu waktu.

1.Meskipun jika teori menyediakan seluruh gambaran perkembangan, teori tidak dihitung  untuk transisi dari poin ke poin selama perkembangan. Jadi, tugas ketiga teori perkambangan adalah untuk menjelaskan rangkaian perkembangan di mana dua tugas lainnya gambarkan. 

Faktanya, rangkaian persetujuan diidentifikasi dalam teori  karena dalam dua tugas sering memberi kesan penjelasan tertentu. Jika terlihat adanya keterampilan B setelah perkembangan keterampilan A, Seorang psikolog boleh berhipotesis bahwa A sebab B.

Tugas ketiga, teori perkembangan menawarkan seperangkat prinsip-prinsip umum atau aturan-aturan untuk perubahan. Prinsip-prinsip ini menentukan kebutuhan dan cukup menjadi penyebab untuk masing-masing perubahan dan identifikasi variable  dimana modifikasi atau mengatur rata-rata atau sifat dari tiap-tiap perubahan. Contoh, Freud mengajukan bahwa secara biologi didasarkan pada drive “pergerakan(move)” dari area oral ke anal, dan terdapat  tingkat kecemasan yang menyertai anak tergantung pada praktek yang dilakukan ibu. Ditambah lagi, prinsipprinsip perubahan hipotesis  seperangkat proses untuk menghasilkan perubahan. Peroses ini bermacam-macam seperti dinamika equilibrium dalam teori Piaget, kematangan fisik dalam teori Freud dan  Etiologi, dan memperkuat respon dengan reinforcement di dalam teori belajar.

Tiga tugas di atas, meskipun jika tidak sempurna dipertemukan kedepan membantu tujuan kita  untuk mengukur kesuksesan tertetu dari teori perkembangan. Suatu harapan lebih realistis untuk kedepan adalah kita dapat memiliki teori-teori yang sukses caranya lebih dibatasi. Beberapa teori secara sukses menggmabarkan dan menjelaskan satu area perkembangan tertentu, seperti perkembangan bahasa, tetapi tidak seluruh area. Atau mereka dapat mengcover semua area, tetapi hanya mencapai satu atau dua dari tiga tugas. Contoh, suatu teori secara kompetensi menggambarkan perubahan di dalam beberapa area, tetapi tidak secara sukes menjelaskan perubahan ini.

Jelaslah, bahwa banyak teori tidak secara seimbang membahas tiga tugas. Piaget lebih sukses di dalam menggambarkan perkembangan berfikir daripada menjelaskan perkembangan ini. Sebalikya, teori belajar berfokus pada mekanisme perubahan daripada conten perubahan. Tidak ada satu teori pegangan memuaskan seluruh tiga tugas, tetapi tiap-tiap teori  telah mengkontibusi setidaknya satu.

Apakah nilai dari teori perkembangan? 

Teori memberikan dua kontribusi: 

1. Teori mengorganisir dan memberikan makna terhadap fakta

2. Teori membimbing penelitian lebih jauh. 

Teori perkembangan mengorganisir dan memberikan makna terhadap fakta perkembangan. Fakta tidak berbicara mengenai dirinya. Sebagaimana Jules Henri menyatakan: pengetahuan dibangun dari kenyataan, sebagaimana rumah dibangun dari batu; tetapi akumulasi fakta tidak lebih dari sebuah ilmu pengetahuan daripada tumpukan batu adalah sebuah rumah.” Hanya batu membutuhkan seorang arsitek atau blueprint untuk menjadi rumah, jadi fakta membutuhkan seorang teoris untuk memberikan struktur fakta dan menunjukkan hubungan ke semua disain. Jadi, teori memberikan makna ke fakta, menyediakan kerangka kerja ke fakta-fakta, menangani lebih penting ke beberapa fakta daripada yang lain, dan mengintegrasikan adanya fakta. 

Sama dengan batu dapat digunakan untuk membuat beberapa rumah yang berbeda, jadi seperangkat fakta cenderung berbeda makna dengan berbeda teori, dengan mengorganisasi mereka secara berbeda, menekankan perilaku berbeda, dan membangun hipotesis dengan dugaan yang berbeda. 


Membimbing penelitian lebih jauh.Tambahan bahwa teori memberikan makna terhadap fakta, merupakan fungsi kedua. Teori beraksud menjadi alat, alat membimbing observasi dan memberikan informasi baru. Contoh, teori perkembangan persepsi dari Gibson memberikan hipotesis bahwa perhatian ke depan perbedaan objek mendaari banyak perkembangan persepsi. Ditambah lgi untuk mengorganisir dan memberikan makna ke berbagai penemuan penelitian sebelumnya, teori ini menuntun peneliti untuk menguji peraan/aturan perhatian dan struktr objek dan peristiwa di dalam perkembangan persepsi. Lebih jauh contoh menjadi dari etiologi, pendekatan dipinjamkan dari biologi. Teori ini menunutn psikolog perkembangan untuk mencari perilaku social di dalam masa infansi yang merupakan bawaan dan kontribusi adaptasi dari spesies terhadap lingkungan.


Tinjauan Sekilas Mengenai Teori-teori Perkembangan

Berikut dideskripsikan oleh Salkind (2009) sekilas mengenai teori-teori perkembangan:

 

Maturasional dan

Biologis 

Psikodinamika

Behavioral 

Kognitif Developmental 

Asumsi dasar

Urutan dan isi perkembangan ditentukan terutama oleh factor-faktor

Manusia adalah makhluk yang
berkonflik;

perbedaan     individu

Perkembangan merupakan fungsi berlakunya hukum pembelajaran

Perkembangan adalah hasil dari peran aktif individu dalam proses

 

biologi dan sejarah evolusi spesies

dan pertumbuhan normal adalah hasil dari menyelesaikan 

konflik-konflik ini

lingkungan memiliki pengaruh penting                 terhadap pertumbuhan                 dan perkembangan

perkembangan dalam interaksinya dengan berbagai

pengaruh lingkungan

Landasan

filosofis teori

Teori rekapitulasi, praformasi dan

predeterminisme

Embriologis

Tabula           rasa

(lembaran kosong)

Predeterminisme

Variablevariabel 
penting yang sering dikaji dalam teori

tersebut

Pertumbuhan system-sistem biologi

Efek-efek insting terhadap kebutuhan dan bagaimana caranya insting-

insting itu dipuaskan

Frekuensi terjadinya perilaku

Transformasi yang terkait dengan tahapan-tahapan dan perubahan kualitatif dari satu tahapan ke tahapan lainnya

Metode pokok yang digunakan teori untuk

mengkaji perkembangan

Penggunaan rekaman sinematik, data                 antropologis, penyelidikan normative, dan studi

terhadap                 hewan-hewan

Studi-studi kasus dan pengujian secara tidak langsung terhadap proses-proses yang berlangsung di luar kesadaran

Pengkondisian dan pemodelan paradigm

Transformasi yang terkait dengan tahapan-tahapan dan perubahan kualitatif dari satu tahapan ke tahapan lainnya

Pengaruh teori dalam bidang

Pengasuhan                 anak, penggunaan determinan biologis, aspek-aspek
perkembangan 

cultural dan sejarah

Perkembangan

pribadi dan hubungan antara kultur dan

perilaku

Analisis sistematis dan penanganan 
perilaku,
penerapan di bidang pendidikan
Pemahaman mengenai bagaimana kognisi                 dan pemikiran berkembang di bawah berbagai keadaan dan

tuntutan kultural

 

Adapun menurut Hetheringthone (1999) sekilas tinjauan teoritis sebagai berikut:

Kelompok teori Behaviouris : masalah lingkungan, tinjauan  anak pasif karena akan dibentuk lingkungan. Prinsip : discontinue (pelan tapi berlangsung terus). Tinjauan : pengaruh sifat pada perkembangan anak-anak, faktor kultural, anak mempunyai kemampuan daya tahan lemah, aliran ini lemah maka lingkungan sangat kuat untuk pengaruhi anak pasif, teori ini lebih baik dan cocok pada bidang pendidikan.

Kelompok Kognitif Sosial Learning : anak secara kognitif belajar dan memahami kaidah sosial, anak setengah pasif dan setengah aktif, kondisi situasi pada anak, mereka mempunyai potensi bertahan walaupun lemah. Prinsip : continue

Perkembangan Kognitif Piaget: Terjadi interaksi faktor biologis dan lingkungan, anak sangat aktif (pencari ilmu pengetahuan). Kaidah : discontinuity, karena perkembangan kognitif discontinuity. Tekanan pada karakterisitk individu dalam kualitas kognitif. Anak mempunyai resiko dan mempunyai daya tahan yang kuat.

Teori Vygosky Sosiokultural : anak aktif, terjadi interaksi antara faktor biologis dan lingkungan. Prinsip : discontinuity.  Situasi sangat penting bagi perkembangan anak, namun anak memiliki keterbatasan budaya/culture bound, dimana faktor budaya sangat penting bagi perkembangan anak. Anak  juga mempunyai daya tahan yang luar biasa.

Information Prosessing : anak sebagai seorang yang selalu menyerap informasi—menyerap, memproses dan mengolah informasi.


 Psikodinamika

 Freud & Erikson yaitu perkembangan merupakan hasil dari adanya kebutuhan untuk memuaskan insting-insting secara terus menerus, kemudian dampaknya studi kepribadian & gangguan emosional & social. Ada interaksi faktor biologis dan lingkungan dan memandang anak sebagai makhluk yang semula pasif (masa bayi) lalu setelah dewasa aktif. Discontinue : ada tahap oral anak dan seterusnya. Sifat perkara sangat individu, ada faktor universal dan cultural, contoh : rasa cinta (universal) dan ada manifestasi rasa cinta (culutural). Freud menekankan Adaptive Mechanism : kemampuan menyesuaikan Difence Mechanism.

Teori Ericson : Interaksi dengan lingkungan jauh lebih penting dari naluri. Pada awalnya anak pasif namun kemudian dapat memilih. Kaedah :  diskontinuity  (ada tahapan). High individual traits— anak memiliki sifat atau ciri yang berbeda. Budaya lebih berperan dibanding universal, contoh : orang jawa menjadi duta Amerika, kalau belum makan nasi belum makan. Ketahanan anak dan resiko samasama kuat percaya sekali mistrust.

Ethiology theory : faktor biologis maupun lingkungan memiliki kontribusi yang sama terhadap pembentukan perilaku. Anak setengah aktif dan setengah pasif. Tidak ada stages (discontinue) lebih pada culuters. Anak tidak dilihat resiko/daya tahan tapi kemampuan adaptasi sehingga bisa survive. 



REFERENSI

Hetherington, E. M. & Parke, R. D. 1999. Child Psychology: A ContemporaryViewpoint. Boston:

McGraw-Hill.

Hurlock, E. B. 1997. Perkembangan Anak Jilid 1. Terjemahan Tjandrasa, M. M.& Zarkasih, M. Jakarta: Penerbit Erlangga.

Miller, P. H. 1993. Theories of Developmental Psychology (3rd ed). New York:W. H. Freeman and Company.

Salkind, N.J. 2009. Teori-teori Perkembangan Manusia; sejarah kemunculan, konsepsi dasar, analisa komparatif, dan aplikasi. Bandung: Nusa Media  

Santrock, J.W.2002. Life Span Development; Perkembangan Masa Hidup, edisi kelima. (Terjemahan). Jakarta: Erlangga

Papalia, D.E, Old, S.W., & Feldman, E.D. 2008. Psikologi Perkembangan. Edisi kesembilan. Jakarta: Prenada Media Group 










Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pseudobulbar

Informasi Calon Penerima BSU 2021

Heuristic & Shortcuts in Inference and Decision Making