PENGANTAR PSIKOLOGI PERKEMBANGAN
Pengertian Perkembangan
Manusia tidak pernah statis. Semenjak pembuahan hingga ajal selalu
terjadi perubahan, baik dalam kehidupan fisik ataupun psikologis. Oleh karena
itu dari sisi yang lain pengertian perkembangan menurut Santrock (2002) adalah
pola gerakan atau perubahan yang dimulai dari pembuahan dan terus berlanjut
sepanjang kehidupan. Sebagian besar pakar perkembangan menyadari bahwa
perkembangan berlangsung seumur hidup. Konsep perkembangan seumur hidup
dikatakan sebagai life-span development.
Life-span development (perkembangan selama rentang kehidupan) adalah konsep
yang memandang perkembangan sebagai proses seumur hidup, yang dapat dipelajari
secara alamiah (Papalia dkk, 2008).
Teori Perkembangan
Menurut Salkind
(2009) teori adalah tulang punggung ilmu pengetauan; tanpa teori kemajuan ilmu
pengetahuan menjadi tidak mungkin. Santrock (2002) memperelas bahwa teori
adalah seperangkat gagasan yang saling menolong menerangkan data dan membuat
ramalan.
Bagaimanakah teori perkembangan terbentuk? Penelitian yang sederhana mengenai anak tidak berarti sudah membuat teori perkembangan. Contohnya, penelitan mempelajari usia 6 tahun, tidak perlu mengarah ke kesimpulan mengenai perkembangan. Suatu hal yang kritis dalam teori perkembangan terfokus pada perubahan sepanjang waktu. Dan concern dari teori perkembangan terfokus pada tiga tugas:
1.Untuk menggambarkan perubahan dalam satu atau beberapa wilayah perilaku
2.Untuk menggambarkan perubahan dalam hubungannya dengan diantara beberapa perilaku, dan
3.Untuk menjelaskan rangkaian perkembangan yang sudah digambarkan Penjelasan lebih dekat lagi pada masing-masing tugas:
a. Suatu teori perkembangan menggambarkan
perubahan sepanjang waktu di dalam satu
atau beberapa area perilaku atau aktivitas psikologis, seperti berfikir, bahasa,
perilaku social, atau persepsi.
Contohnya, teori mungkin menggambarkan perubahan di dalam aturan grammar pokok yang mendasari beberapa tahun pertama kehidupan. Meskipun beberapa teori perkembangan penekanannya pada perubahan sepanjang bulan atau tahun, akhirnya teori cukup mampu menjelaskan perubahan sepanjang detik, menit, dan hari. Contoh, konsep mengenai objek, pikiran mengenai objek itu ada meskipun ketika kita tidak melihat mereka, dapat berkembang sepanjang bulan, seluruh gambaran masuk ke dalam “beberapa perkembangan kecil” yang terjadi selama momen-moment anak dalam menemukan objek.
Beberapa orang meyakini bahwa deskripsi di dasarkan pada suatu hal yang murni, objektif, observasi dan didahului oleh adanya teori. Bagaiamanpun, meski secara langsung, observasi dibimbing dengan perluasan pemikiran teoritical yang mengubah arus perilaku dalam beberapa cara.
Pengamat merekam perilaku tertentu dan
mengabaikan yang lain. Dia membagi perilaku ke dalam beberapa unit. Dia
mengkode prilaku ke dalam kata-kata yang ditambahkan dengan konotasi. Dia
membiarkan intervensi orang yang bersebrangan ke dalam observasinya.
1.Tugas kedua untuk sebuah teori perkembangan adalah menggambarkan perubahan sepanjang waktu
dalam hubungannya diantara
perilaku-perilaku atau beberapa aspek
dari akivitas psikologi di dalam salah satu area perkembangan,
secara ideal, diantara beberapa area perkembangan.
Suatu teori perkembangan mencoba untuk bertransaksi dengan perubahan simultan di dalam berfikir, kepribadian, dan persepsi dari apa yang diobservasi. Dalam kasus objeknya konsep digambarkan di atas, teori akan menggambarkan bagaimana konsep berkaitan dengan perkembangan system memori anak dan hubungan sosialnya dengan satu objek tertentu, seperti ibunya. Teori akan memberikan garis besar hubungan sementara diantara beberapa area perkembangan ini. Contohnya, teori akan menuntun bahwa tingkatan tertentu dari kapasitas memori harus dikembangkan sebelum objek konsep muncul, bahwa ibu adalah objek permanen, dan rangkaian perkembangan di dalam objek konsep adalah berkorelasi dengan perubahan-perubahan di dalam system memori dan kelekatan anak ke ibunya. Contoh lain, perhatian seorang psikolog Rusia, Lev Vygotsky, adalah berfikir dan bahasa secara relative independen sampai mereka menggabungkan untuk menghasilkan berfikir simbolik. Kedua contoh menggambarkan organisasi di dalam berbagai point berkaitan dengan anak dalam suatu waktu.
1.Meskipun jika teori menyediakan seluruh gambaran perkembangan, teori
tidak dihitung untuk transisi dari poin
ke poin selama perkembangan. Jadi, tugas ketiga teori perkambangan adalah untuk
menjelaskan rangkaian perkembangan di
mana dua tugas lainnya gambarkan.
Faktanya,
rangkaian persetujuan diidentifikasi dalam teori karena dalam dua tugas sering memberi kesan
penjelasan tertentu. Jika terlihat adanya keterampilan B setelah perkembangan
keterampilan A, Seorang psikolog boleh berhipotesis bahwa A sebab B.
Tugas ketiga, teori perkembangan menawarkan seperangkat prinsip-prinsip umum atau aturan-aturan untuk perubahan. Prinsip-prinsip ini menentukan kebutuhan dan cukup menjadi penyebab untuk masing-masing perubahan dan identifikasi variable dimana modifikasi atau mengatur rata-rata atau sifat dari tiap-tiap perubahan. Contoh, Freud mengajukan bahwa secara biologi didasarkan pada drive “pergerakan(move)” dari area oral ke anal, dan terdapat tingkat kecemasan yang menyertai anak tergantung pada praktek yang dilakukan ibu. Ditambah lagi, prinsipprinsip perubahan hipotesis seperangkat proses untuk menghasilkan perubahan. Peroses ini bermacam-macam seperti dinamika equilibrium dalam teori Piaget, kematangan fisik dalam teori Freud dan Etiologi, dan memperkuat respon dengan reinforcement di dalam teori belajar.
Tiga tugas di atas, meskipun jika tidak sempurna dipertemukan kedepan membantu tujuan kita untuk mengukur kesuksesan tertetu dari teori perkembangan. Suatu harapan lebih realistis untuk kedepan adalah kita dapat memiliki teori-teori yang sukses caranya lebih dibatasi. Beberapa teori secara sukses menggmabarkan dan menjelaskan satu area perkembangan tertentu, seperti perkembangan bahasa, tetapi tidak seluruh area. Atau mereka dapat mengcover semua area, tetapi hanya mencapai satu atau dua dari tiga tugas. Contoh, suatu teori secara kompetensi menggambarkan perubahan di dalam beberapa area, tetapi tidak secara sukes menjelaskan perubahan ini.
Jelaslah, bahwa banyak teori tidak secara seimbang membahas tiga tugas. Piaget lebih sukses di dalam menggambarkan perkembangan berfikir daripada menjelaskan perkembangan ini. Sebalikya, teori belajar berfokus pada mekanisme perubahan daripada conten perubahan. Tidak ada satu teori pegangan memuaskan seluruh tiga tugas, tetapi tiap-tiap teori telah mengkontibusi setidaknya satu.
Apakah nilai dari teori perkembangan?
Teori memberikan dua kontribusi:
1. Teori mengorganisir dan memberikan makna terhadap fakta
2. Teori membimbing
penelitian lebih jauh.
Teori perkembangan mengorganisir dan memberikan makna
terhadap fakta perkembangan. Fakta tidak berbicara
mengenai dirinya. Sebagaimana Jules Henri menyatakan: pengetahuan dibangun dari
kenyataan, sebagaimana rumah dibangun dari batu; tetapi akumulasi fakta tidak
lebih dari sebuah ilmu pengetahuan daripada tumpukan batu adalah sebuah rumah.”
Hanya batu membutuhkan seorang arsitek atau blueprint untuk menjadi rumah, jadi
fakta membutuhkan seorang teoris untuk memberikan struktur fakta dan
menunjukkan hubungan ke semua disain. Jadi, teori memberikan makna ke fakta,
menyediakan kerangka kerja ke fakta-fakta, menangani lebih penting ke beberapa
fakta daripada yang lain, dan mengintegrasikan adanya fakta.
Sama dengan batu
dapat digunakan untuk membuat beberapa rumah yang berbeda, jadi seperangkat
fakta cenderung berbeda makna dengan berbeda teori, dengan mengorganisasi
mereka secara berbeda, menekankan perilaku berbeda, dan membangun hipotesis
dengan dugaan yang berbeda.
Membimbing penelitian lebih jauh.Tambahan bahwa teori memberikan makna terhadap fakta, merupakan fungsi kedua. Teori beraksud menjadi alat, alat membimbing observasi dan memberikan informasi baru. Contoh, teori perkembangan persepsi dari Gibson memberikan hipotesis bahwa perhatian ke depan perbedaan objek mendaari banyak perkembangan persepsi. Ditambah lgi untuk mengorganisir dan memberikan makna ke berbagai penemuan penelitian sebelumnya, teori ini menuntun peneliti untuk menguji peraan/aturan perhatian dan struktr objek dan peristiwa di dalam perkembangan persepsi. Lebih jauh contoh menjadi dari etiologi, pendekatan dipinjamkan dari biologi. Teori ini menunutn psikolog perkembangan untuk mencari perilaku social di dalam masa infansi yang merupakan bawaan dan kontribusi adaptasi dari spesies terhadap lingkungan.
Tinjauan Sekilas Mengenai Teori-teori Perkembangan
Berikut dideskripsikan oleh Salkind (2009) sekilas mengenai
teori-teori perkembangan:
|
|
Maturasional dan Biologis |
Psikodinamika |
Behavioral |
Kognitif Developmental |
|
Asumsi dasar |
Urutan dan isi perkembangan ditentukan terutama oleh factor-faktor |
Manusia adalah
makhluk yang berkonflik; perbedaan individu |
Perkembangan merupakan fungsi berlakunya hukum pembelajaran |
Perkembangan adalah hasil dari peran aktif individu dalam proses |
|
|
biologi dan sejarah evolusi spesies |
dan pertumbuhan
normal adalah hasil dari menyelesaikan konflik-konflik ini |
lingkungan memiliki pengaruh penting terhadap pertumbuhan dan perkembangan |
perkembangan dalam interaksinya
dengan berbagai pengaruh lingkungan |
|
Landasan filosofis teori |
Teori rekapitulasi,
praformasi dan predeterminisme |
Embriologis |
Tabula rasa (lembaran kosong) |
Predeterminisme |
|
Variablevariabel penting yang sering dikaji dalam teori tersebut |
Pertumbuhan
system-sistem biologi |
Efek-efek insting
terhadap kebutuhan dan bagaimana caranya insting- insting itu dipuaskan |
Frekuensi terjadinya perilaku |
Transformasi yang terkait dengan tahapan-tahapan dan perubahan kualitatif dari satu tahapan ke tahapan lainnya |
|
Metode pokok yang
digunakan teori untuk mengkaji perkembangan |
Penggunaan rekaman
sinematik, data antropologis,
penyelidikan normative, dan studi terhadap hewan-hewan |
Studi-studi kasus dan pengujian secara tidak langsung terhadap proses-proses yang berlangsung di luar kesadaran |
Pengkondisian dan pemodelan paradigm |
Transformasi yang terkait dengan tahapan-tahapan dan perubahan kualitatif dari satu tahapan ke tahapan lainnya |
|
Pengaruh teori dalam bidang |
Pengasuhan anak, penggunaan determinan
biologis, aspek-aspek perkembangan cultural dan sejarah |
Perkembangan pribadi dan hubungan antara kultur danperilaku |
Analisis sistematis
dan penanganan perilaku, penerapan di bidang pendidikan |
Pemahaman mengenai
bagaimana kognisi dan pemikiran berkembang di bawah
berbagai keadaan dan
tuntutan kultural |
Adapun menurut
Hetheringthone (1999) sekilas tinjauan teoritis sebagai berikut:
Kelompok teori
Behaviouris : masalah lingkungan, tinjauan
anak pasif karena akan dibentuk lingkungan. Prinsip : discontinue (pelan
tapi berlangsung terus). Tinjauan : pengaruh sifat pada perkembangan anak-anak,
faktor kultural, anak mempunyai kemampuan daya tahan lemah, aliran ini lemah
maka lingkungan sangat kuat untuk pengaruhi anak pasif, teori ini lebih baik
dan cocok pada bidang pendidikan.
Kelompok
Kognitif Sosial Learning : anak secara kognitif belajar dan memahami kaidah
sosial, anak setengah pasif dan setengah aktif, kondisi situasi pada anak,
mereka mempunyai potensi bertahan walaupun lemah. Prinsip : continue
Perkembangan
Kognitif Piaget: Terjadi interaksi faktor biologis dan lingkungan, anak sangat
aktif (pencari ilmu pengetahuan). Kaidah : discontinuity, karena perkembangan
kognitif discontinuity. Tekanan pada karakterisitk individu dalam kualitas
kognitif. Anak mempunyai resiko dan mempunyai daya tahan yang kuat.
Teori Vygosky
Sosiokultural : anak aktif, terjadi interaksi antara faktor biologis dan
lingkungan. Prinsip : discontinuity.
Situasi sangat penting bagi perkembangan anak, namun anak memiliki
keterbatasan budaya/culture bound, dimana faktor budaya sangat penting bagi
perkembangan anak. Anak juga mempunyai
daya tahan yang luar biasa.
Information Prosessing : anak sebagai seorang yang selalu menyerap informasi—menyerap, memproses dan mengolah informasi.
Psikodinamika
Freud & Erikson yaitu perkembangan merupakan hasil dari adanya kebutuhan untuk memuaskan insting-insting secara terus menerus, kemudian dampaknya studi kepribadian & gangguan emosional & social. Ada interaksi faktor biologis dan lingkungan dan memandang anak sebagai makhluk yang semula pasif (masa bayi) lalu setelah dewasa aktif. Discontinue : ada tahap oral anak dan seterusnya. Sifat perkara sangat individu, ada faktor universal dan cultural, contoh : rasa cinta (universal) dan ada manifestasi rasa cinta (culutural). Freud menekankan Adaptive Mechanism : kemampuan menyesuaikan Difence Mechanism.
Teori Ericson :
Interaksi dengan lingkungan jauh lebih penting dari naluri. Pada awalnya anak
pasif namun kemudian dapat memilih. Kaedah :
diskontinuity (ada tahapan). High
individual traits— anak memiliki sifat atau ciri yang berbeda. Budaya lebih
berperan dibanding universal, contoh : orang jawa menjadi duta Amerika, kalau
belum makan nasi belum makan. Ketahanan anak dan resiko samasama kuat percaya
sekali mistrust.
Ethiology theory
: faktor biologis maupun lingkungan memiliki kontribusi yang sama terhadap
pembentukan perilaku. Anak setengah aktif dan setengah pasif. Tidak ada stages
(discontinue) lebih pada culuters. Anak tidak dilihat resiko/daya tahan tapi
kemampuan adaptasi sehingga bisa survive.
REFERENSI
Hetherington, E.
M. & Parke, R. D. 1999. Child
Psychology: A ContemporaryViewpoint. Boston:
McGraw-Hill.
Hurlock, E. B. 1997. Perkembangan
Anak Jilid 1. Terjemahan Tjandrasa, M. M.& Zarkasih, M. Jakarta:
Penerbit Erlangga.
Miller, P. H. 1993. Theories
of Developmental Psychology (3rd ed). New York:W. H. Freeman and Company.
Salkind, N.J. 2009. Teori-teori
Perkembangan Manusia; sejarah kemunculan, konsepsi dasar, analisa komparatif,
dan aplikasi. Bandung: Nusa Media
Santrock, J.W.2002. Life Span
Development; Perkembangan Masa Hidup, edisi kelima. (Terjemahan). Jakarta:
Erlangga
Papalia, D.E, Old, S.W., & Feldman, E.D. 2008. Psikologi Perkembangan. Edisi kesembilan. Jakarta: Prenada Media Group
Komentar
Posting Komentar