Pengertian , Ruang Lingkup dan Perkembangan Antropologi

 Pengertian , Ruang Lingkup Dan Perkembangan Antropologi


Pengertian Antropologi 

Atropologi Berasal dari bahasa Yunani, Antropos berarti manusia dan logos berarti ilmu atau studi tentang sesuatu. Para antropolog  mengemukakan antropologi sebagai studi tentang umat manusia yang berusaha menyusun generalisasi yang bermanfaat tentang   manusia  dan perilakunya, dan untuk memperoleh pengertian ataupun pemahaman yang lengkap tentang keanekaragaman manusia. (Haviland, 1999).

Kottak (Meinarno, Widianto, dan Halida, 2011) mendefinisikan antropologi sebagai studi tentang umat manusia yang berusaha menyusun generalisasi yang bermanfaat tentang manusia dan tingkah lakunya  serta untuk memperoleh pengetahuan lengkap tentang keberagaman manusia.

Koentjoroningrat (2009) mendefinisikan antropologi sebagai ilmu tentang manusia dan merupakan suatu istilah yang sangat tua. Pada masa lalu istilah antropologi digunakan dalam arti lain yaitu ilmu tentang ciri-ciri tubuh manusia. Bahkan disebut sebagai ilmu anatomi. Dalam perkembangan fase ketiga sejarah perkembangan antropologi, istilah antropologi dipakai terutama di Inggris dan Amerika dalam arti yang sama dengan etnologi pada awalnya. Di Amerika istilah antropologi dipakai dalam arti yang luas, meliputi bagian-bagian fisik maupun sosial dari imu tentang manusia. Di Eropa Barat dan Tengah, istilah antropologi dipakai dalam arti khusus yaitu ilmu tentang ras-ras manusia dipandang dari ciri-ciri fisiknya. (Koentjoroningrat, 2009).

Istilah cultural anthropology (antropologi budaya) akhir-akhir ini dipakai terutama di Amerika, tetapi kemudia juga di negara-negara lain sebagai istilah untuk menyebut bagian dari ilmu antropologi dalam arti luas yang tidak mempelajari manusia dari sudut fisiknya, jadi sebagai lawan dari physical anthropology (antropologi fisik). Jadi antropologi merupakan suatu disiplin ilmu yang berusaha mencapai pengertian atau pemahaman tentang manusia. 

Menurut ihromi (2006) untuk memberi definisi tentang antropologi berdasarkan perhatiannya terhadap manusia, harus diakui memang kurang eksplisit, karena menurut definisi diatas, antropologi seolah-olah mencakup suatu daftar penuh dengan disiplin-disiplin lain seperti sosiologi, psikologi, ilmu politik dan ekonomi, sejarah, biologi, filsafat dan sastra.

           Dari definisi-definisi tersebut dapat di susun pengertian sederhana antropologi, yaitu sebuah ilmu yang mempelajari manusia dari segi keanekaragaman fisik serta kebudayaan(cara- cara berperilaku, tradisi-tradisi, nilai-nilai) yang dihasilkan sehingga setiap manusia yang satu dengan yang lainnya berbeda- beda. Dengan demikian, Antropologi merupakan hal yang mempelajari seluk-beluk yang terjadi dalam kehidupan manusia. Dapat dilihat dari perkembangan pada masa saat ini, yang merupakan salah satu dari fenomena yang terjadi di tengah- tengah masyarakat sekarang ini. 


Ruang Lingkup Antropologi

 Antropologi adalah salah satu cabang ilmu sosial yang mempelajari tentang budaya masyarakat suatu etnis tertentu. Antropologi lahir atau muncul berawal dari ketertarikan orang-orang Eropa yang melihat ciri-ciri fisik, adat istiadat, budaya yang berbeda dari apa yang dikenal di Eropa.

Antropologi lebih memusatkan pada penduduk yang merupakan masyarakat tunggal, tunggal dalam arti kesatuan masyarakat yang tinggal daerah yang sama, antropologi mirip seperti sosiologi tetapi pada sosiologi lebih menitik beratkan pada masyarakat dan kehidupan sosialnya. Antropologi mempelajari manusia sebagai makhluk biologis sekaligus makhluk sosial.

            Ihromi (2006) berpendapat bahwa umumnya para ahli antropolgi sebagai penjelajah pelosok-pelosok dunia yang belum dikenal untuk mempelajari bangsa-bangsa yang asing sebagai orang yang menggali permukaan bumi untuk menemukan sisa-sisa fosil atau alat-alat periuk yang dipergunakan oleh manusia yang hidup pada suatu masa yang demikian jauh jaraknya dari saat ini sehingga mengaburkan khayalan manusia. 

Pandangan-pandangan tersebut walaupun jelas merupakan stereotip memang menjelaskan bahwa ilmu antropologi berbeda dari disiplin-disiplin lain tentang manusia, ilmu antropologi lebih luas ruang lingkupnya. Ilmu tersebut memang dimaksudkan sebagai ilmu yang khusus dan langsung menyoroti segala jenis manusia (tidak hanya bangsa tetangga saja) dan manusia pada segala jaman diperhatikan antropologi. Studi antropologi mulai dari manusia yang muncul lebih ari sejuta tahun yang lalu dan ditelusurinya perkembangannya hingga saat ini. 

Para ahli antropologi berusaha memperluas ilmu yang mendalami tentang manusia melalui pendekatan perbandingan  maupun pendekatan historis terhadap kebudayaan di seluruh dunia. Setiap bagian dari dunia yang pernah didiami oleh manusia menarik perhatian para ahli antropologi. 

Untuk memahami ruang lingkup serta apa yang diharapkan dari ilmu antropologi, orang harus mengetahui tentang ilmu pengetahuan yang merupakan cabang-cabangmya sambil memperhatikan bagaimana hubungannya satu dengan yang lain. Antropologi dapat digolongkan secara luas dalam dua bagian yakni antropologi fisik dan antropologi budaya. Arkeologi dan linguistik dapat digolongkan sebagai cabang-cabang antropologi budaya, walaupun keduanya secara akademis berdiri sendiri sebagai ilmu. Suatu subdisiplin ketiga adalah etnologi yang mencakup demikian banyaknya soal sehingga dinamakan antropologi kebudayaan, yaitu nama disiplin induknya. (Ihromi, 2006).

Antropologi dapat dilihat dari perkembangan pada masa saat ini, yang merupakan salah dari fenomena- fenomena yang terjadi ditengah- tengah masyarakat sekarang ini, adapun Antropologi secara garis besarnya :

 1.Antropologi Fisik

          Antropologi fisik mempelajari manusia sebagai organisme biologis yang melacak perkembangan manusia menurut evolusinya dan menyelidiki variasi biologisnya dalam berbagai jenis (spesies). Contoh : Para antropologi umumnya memiliki anggapan bahwa nenek moyang manusia adalah sejenis kera dan monyet, karena memiliki kemiripan-kemiripan tertentu. Antropologi fisik dalam arti khusus adalah bagian dari ilmu antropologi yang mencoba suatu pengertian tentang sejarah terjadinya beragam manusia dipandang dari sudut ciri-ciri tubuhnya. Bahan penelitiannya adalah ciri-ciri tubuh, baik yang lahir (fenotipe) seperti warna kulit, warna dan bentuk rambut, indeks tengkorak, bentuk muka, warna mata, bentuk hidung, tinggi dan bentuk tubuh, maupun yang dalam bentuk (genotipe) seperti frekuensi golongan darah. Penggolongan manusia dalam antropologi disebut dengan ras. 

          a. Paleoantropologi

       Merupakan ilmu tentang asal-usul atau soal terjadinya evolusi makhluk hidup manusia dengan mempergunakan bahan penelitian melalui sisa-sisa tubuh yang telah membatu, atau fosil-fosil manusia dari zaman ke zaman yang tersimpan dalam lapisan bumi dan didapat dengan berbagai penggalian.

        b.Somatologi ( antropologi fisik dalam arti khusus)

       Merupakan bagian ilmu antropologi yang mempelajari suatu pengertian tenteng sejarah terjadinya aneka warna makhluk manusia jika dipandang dari sudut ciri-ciri tubuhnya, baik lahir (fenotipik), seperti warna kulit, warna dan bentuk rambut, indeks tengkorak, bentuk muka, warna mata, bentuk hidung, tinggi badan dan bentuk tubuh maupun sifat bagian dalam (genotipik), seperti golongan darah dan sebagainya. Manusia dimuka bumi ini terdapat beberapa golongan berdasarkan persamaan mengenai beberapa ciri tubuh. Pengelompokkan seperti itu dalam ilmu antropologi disebut ras

 

          2.Antropologi Budaya

                   Antropologi Budaya memfokuskan perhatiannya pada kebudayaan manusia ataupun cara hidupnya dalam masyarakat. Menurut Haviland (1999:12) caban antropologi budaya ini dibagi-bagi lagi menjadi tiga bagian, yakni antropologi prehistori, etnolinguistik, dan etnologi. Untuk memahami pekerjaan para ahli antropologi budaya, kita harus tahu tentang hakikat kebudayaan, menyangkut konsep kebudayaan, dan karakteristiknya; bahasa dan komunikasi, menyangkut hakikat bahasa dan bahasa dalam kerangka kebudayaan; serta kebudayaan dan kepribadian. Antropologi budaya juga merupakan studi tentang praktik-praktik sosial,bentuk-bentuk ekspresif, dan penggunaan bahasa, dimana makna diciptakan dan diuji sebelum digunakan oleh masyarakat manusia.

 

                       a.Antropologi prehistori (prasejarah) atau arkeologi

       Merupakan ilmu tentang perkembangan dan penyebaran semua kebudayaan manusia sejak sebelum manusia mengenal tulisan atau huruf. Dalam ilmu sejarah, seluruh waktu dari perkembangan kebudayaan umat manusia mulai saat terjadinya mmakhluk manusia, yaitu kira-kira 800.000 tahunyang lalu hingga sekarang, dibagi menjadi dua bagian yakni masa sebelum mengenal tulisan atau huruf, dan masa setelah manusia mengenal tulisan atau huruf. Subilmu prehistori ini sering disebut ilmu arkeologi. Di sini ilmu arkeologi sebenarnya adalah sejarah kebudayaan dari zaman prehistori.

  b.Etnolinguistik atau Antropologi Linguistik

                        Suatu ilmu yang berkaitan dengan ilmu antropologi dengan berbagai metode analisis kebudayaan yang berupa daftar kata-kata, pelukisan tentang ciri dan tata bahasa dari beratus-ratus bahasa suku bangsa yang tersebar di berbagai tempat di muka bumi ini. Etnolinguistik atau antropologi linguistik adalah suatu ilmu bagian yang asal mulanya berkaitan dengan ilmu antropologi. Bahkan penelitiannya yang berupa daftar kata-kata, pelukisan tentang ciri dan tata bahasa dan beratus-ratus bahasa suku bangsa yang tersebar di berbagai tempat dimuka bumi ini, terkumpul bersama-sama dengan bahan kebudayaan suku bangsa. 

Dari bahan ini telah berkembang ke berbagai macam metode analisis kebudayaan, serta berbagai metode untuk menganalisis dan mencatat bahasa-bahasa yang tidak mengenal tulisan. Semua bahan dan metode tersebut sekarang telah terolah, juga ilmu linguistic umum. Walaupun demikian, ilmu etnolinguistik di berbagai pusat ilmiah di dunia masih tetap berkaitan erat dengan ilmu antropologi, bahkan merupakan bagian dari ilmu antropologi.

 

                       c.Etnologi

       Merupakan bagian ilmu antropologi tentang asas-asas manusia, mempelajari kebudayaan-kebudayaan dalam kehidupan masyarakat dari bangsa-bangsa tertentu yang tersebar di muka bumi pada masa sekarang.

Sejarah dan Perkembangan Antropologi

            Kelahiran Sejarah Antropologi , menurut Koentjoroningrat  (Meinarno, Widianto, dan Halida, 2011) menjelaskan bahwa fase penelitian mengenai antropologi atau penelitian kemasyarakatan melalui empat fase perkembangan. Fase-fase tersebut adalah fase sebelum tahun 1800, pertengahan abad ke – 19, awal abad 20, dan setelah tahun 1930.  Sebuah fase tambahan adalah fase globalisasi, sebuah fase yang mungkin merupakan upaya dari bangsa Indonesia menghadapi kemajuan saat ini. 

 

Kelahiran antropologi dan perkembangannya

1

2

3

4

5

Sebelum tahun 1800

Pertengahan abad ke 19

Awal abad 20

Sesudah tahun 1930

globalisasi

Membuat deskripsi

Mempelajari masyarakat primitif untuk melihat tingkat-tingkat evolusi dan persebaran budaya

Mempelajari masyarakat non-eropa untuk kolonial dan memahami masyarakat yang kompleks

Mempelajari kebudayaan untuk kemajuan

Mempelajari kebudayaan lain di Indonesia untuk menghadapi globalisasi

Dikutip dari Meinarno, Widianto, dan Halida (2011)

 

Disiplin antropologi merupakan peradaban barat. Dari lembaga-lembaga antropologi etnografi, lahirlah Antropologi untuk pertama kali. Misalnya, lembaga Society Etnogiqui  (Paris) 1839 oleh M.Edwards,The Etnological Society (London) oleh T.Hodgokin (anti perbudakan .Tujuan lembaga tersebut sebagai pusat pengumpulan dan studi bahan etnografi yang berasal dari banyak kebudayaan di dunia.Dua puluh lima tahun kemudian (1874) di London diterbitkan buku Notes and Queries in Anthropologi yang dipergunakan untuk menyusun pedoman dalam pengumpulan etnografi secara teliti.





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pseudobulbar

Informasi Calon Penerima BSU 2021

Heuristic & Shortcuts in Inference and Decision Making